Mencicipi Nuansa Harmonis Pazia Gandaria City

::Shop Review::

Keharmonisan itu tercipta dari kebiasaan berbagi. Tidak hanya antarrekan kerja, Pazia IT Crew Gandaria City bahkan terbiasa berbagi ilmu dengan toko IT sebelah. Tidak jarang, IT Crew sering merekomendasikan produk toko IT  sebelah kepada konsumen. Bagaimana bisa?

Tidak semua gerai teknologi menjual produk IT secara lengkap. Hal ini disadari betul oleh Pazia IT Crew Gandaria City. Banyak konsumen yang datang lalu menanyakan produk tertentu namun tidak tersedia di toko ini. Bila terjadi hal semacam ini, IT Crew tanpa ragu mengantar konsumen tersebut ke toko sebelah yang kira-kira menyediakan produk yang dimaksud.

Tidak jarang, pegawai toko sebelah pun melakukan hal serupa. Bila persediaan produk mereka tidak memenuhi keinginan konsumen yang datang, mereka pun segera mengantar konsumen ke toko IT sekitar, termasuk ke Pazia Shop.

Lebih dari itu, IT Crew pun seringkali berbagi ilmu dan pengalaman dalam melayani konsumen dengan pegawai toko-toko sebelahnya. Misalnya, melalui acara makan-makan bersama. Kekeluargaan yang mereka bangun membentuk aura positif yang hangat di sepanjang tepian lantai 1, Gandaria City Mall.

***

Bila keharmonisan bersama toko-toko sebelah berhasil mereka bangun, lalu bagaimana dengan hubungan internal mereka? simak pernyataan IT Crew berikut.

“Kondisinya sangat nyaman, terlebih IT Crew-nya saling bahu-membahu, saling support dalam setiap proses melayani pelanggan,” terang Denny Rusandi, supervisor Pazia Shop Gandaria City. Pria yang sudah bekerja selama 1,5 tahun di Pazia Shop Gandaria City ini mengaku betah bekerja bersama rekan IT Crew.

Seolah mengamini perkataan sang supervisor, di lain tempat Rendy Adam, IT Crew, pun mengaku telah nyaman bekerja di Pazia Shop Gandaria City. Awalnya Rendy sempat bekerja di Pazia Summarecon. Meskipun demikian, ia tidak merasa canggung dengan suasana kantor barunya.

“Supervisornya care, saya disambut dengan baik di sini. Selain itu, saya memperoleh banyak ilmu dalam menangani konsumen dan memahami spesifikasi produk. Anak-anak lama juga enak diajak kerja sama. Konsumennya juga enak, soalnya ngga terlalu susah dirayu, ha-ha-ha,” canda Rendy.

Hal serupa juga disampaikan oleh Astri Tantiani, IT Crew. Keduanya merasa suasana bangunan yang menyatu dengan hangatnya kekeluargaan yang mereka bangun bersama meskipun awalnya memiliki latar belakang yang berbeda.

“Saya lulusan teknik informatika. Dulunya cuma paham hardware/software. Kalau sekarang sering browsing info dari internet, ikut sharing, jadi lebih tahu tentang Android, iOS, dan update IT lainnya,” ungkap Rendy.

“Kalau basic saya bukan dari IT, tapi saya diajari oleh supervisor yang luar biasa, dari yang ngga punya basic sampai akhirnya ngerti,ikut training dari Pazia juga. Kalau ada yang masih bingung atau ngga bisa ya diajari sama mereka [rekan IT Crew], diajari teamwork juga. Mereka care banget,” sambung Astri Tantiani, IT Crew.

IT Crew yang gesit, supervisor yang tanggap, dan toko IT sebelah yang bersahabat. Tidak mudah mewujudkan ketiganya dalam waktu singkat. Rupanya, IT Crew lebih banyak mendapatkan pelajaran dari setiap konsumen yang datang. Perlahan mereka petik pelajaran dari setiap keluhan konsumen. Bersama-sama mereka diskusikan masalah yang terjadi. Kemudian, mereka mencari solusi lalu menerapkannya pelan-pelan setiap hari.

“Banyak pengalaman unik bersama konsumen, khususnya mereka yang complain. Saya malah banyak belajar dari konsumen, khususnya dalam upaya melayani setiap konsumen yang datang, terlebih saat shop sedang ramai” tukasnya bersemangat, “shop ini selalu ramai saat weekend. Sebagai antisipasi agar semua konsumen yang datang teratasi dengan baik, kami selalu mentaati instruksi untuk gerak cepat. Maksudnya, setiap satu orang harus bisa meng-handle tiga orang konsumen sekaligus,” jelas Denny.

Tanpa segan, Denny pun berbagi rahasia lain agar gerai yang ia pimpin mampu mempertahankan bahkan menciptakan konsumen loyal.

“Caranya ya selalu mengoptimalkan pelayanan pada konsumen baru supaya jadi konsumen loyal. Dengan begitu, mereka bisa kembali lagi dan memberi rekomendasi kepada teman, keluarga, atau kolega mereka. Pertama kali datang mereka harus disambut dengan ramah, bila ada keluhan melalui telepon atau SMS setidaknya harus segera dilayani, sesekali diberi kabar bila ada promo. Dapat diprediksi, kunjungan kedua konsumen baru ke sini bisa lebih santai.”

“Konsumen yang datang ke sini rata-rata datang memang untuk membeli. Beberapa malah sudah paham spesifikasi produk yang akan mereka beli. Jadi, ngga banyak tanya. Mereka datang, ke arah display, lalu di coba, sedikit bertanya tentang spesifikasi, langsung beli,” tambah Astri.

Keharmonisan yang mampu dipertahankan IT Crew membuat konsumen yang datang turut merasakan kenyamanannya. Bila Anda berada di kawasan Jakarta Selatan, sila bertandang untuk turut mencicipi nuansa harmonis Pazia Shop Gandaria City. [Ari]

berita selengkapnya tentang IT dan Pazia ada di: Pazia IT News digital version

Advertisements

Menapaki Jejak Lahar Merapi

Selamat datang di kampung KinahrejoPlang cukup besar itu dipajang begitu saja di batang pohon besar yang roboh.

Debu dan pasir yang sempat menutup rata permukaan puing-puing rumah kini ditumbuhi rerumputan. Sudah lebih dari setahun desa ini dan desa sekitarnya mati. Terkubur diam dalam debu dan pasir semburan gunung api. Untungnya, denyut kehidupan tidak ikut terhenti. Pengalaman sendu tidak menyurutkan semangat warga untuk membangun kembali kehidupan. Selaksa hektare lahan yang menyisakan rasa pilu kini menggeliat menjadi destinasi wisata. Mereka menyebutnya volcano tour atau lava tour.

“Daripada ditonton, lebih baik membuat tontonan yang menghasilkan pemasukan guna membangun kembali kehidupan”.

Kalimat itulah yang menjadi modal awal paket wisata napak tilas bencana ini tercipta. Bermula dari warga Kinahrejo yang merasa gerah dengan warga lain yang berdatangan seolah menjadikan kawasan petaka itu sebagai tontonan. Akhirnya, warga sepakat untuk memanfaatkan penasaran para pelancong itu sebagai modal membangun kembali desanya yang telah luluh lantak. Konsep yang ditawarkan sederhana, yaitu racikan narasi tentang erupsi disertai rute perjalanan menyusuri sudut-sudut dramatis lereng merapi.

Setiap wisatawan yang datang akan dikenai karcis masuk seharga Rp5000,00 per orang. Untuk mencapai setiap lokasi yang dituju disediakan jasa pemandu wisata yang berasal dari warga lokal. Selain sebagai penunjuk jalan dan pemberi informasi, peran pemandu juga penting dalam mencari jalan alternatif mengingat cuaca merapi yang berubah-ubah.

Paket wisata yang ditawarkan pun beragam. Ada yang cukup dengan berkeliling dengan jalan kaki. Ada juga yang ingin merasakan sensasi lain dengan menyewa ojek, motor trail, atau mobil jip. Menjelajahi desa ini dengan ojek dikenakan tarif Rp20.000,00, sedangkan menyewa motor trail ditarik iuran Rp10.000,00 per satu kali sewa. Sementara untuk sewa jip dihargai Rp150.000,00 per 1,5 jam. Fasilitas ini memang membuat Anda merogoh kocek lebih dalam, tetapi pengalaman yang ditawarkan jangan dipertanyakan lagi. Jelas luar biasa! Harga setiap fasilitas yang telah dipatok itu sebagian akan masuk ke kas desa untuk dimanfaatkan bersama, terutama sebagai modal membangun usaha yang baru.

Salah satu titik lokasi yang diminati wisatawan adalah bekas kediaman Mbah Maridjan. Rumahnya memang sudah rata dengan tanah, tetapi di atasnya didirikan sebuah gubuk kecil beratap genteng sebagai penandanya. Di sebelahnya, tampak bangunan menyerupai masjid yang konon tempat Mbah Maridjan berdoa sebelum ajal menjemputnya. Di titik inilah wisatawan dapat membayangkan sendiri kejadian saat itu. Terlebih, warga melengkapi lokasi ini dengan koleksi foto sebelum dan sesudah tragedi awan panas yang secara tiba-tiba menerpa dan menyapu segalanya.

Kalau belum puas, beranjaklah ke sisi timur Kinahrejo. Anda bisa lanjut ke pondok kenang-kenangan untuk melihat perkakas sisa erupsi atau pun berburu suvenir. Mulai dari kaus, payung, buku, foto, dan stiker bisa didapatkan di sini. Piring-piring yang selamat dari terjangan wedhus gembel yang telah berwarna cokelat gosong juga dijual sebagai suvenir.

Bagi Anda yang kelelahan, istirahatlah di pondok-pondok bambu yang diberi nama warung Kinah. Di sana Anda dapat meluruskan kaki sambil menyantap sajian ringan khas Merapi. Minuman yang menjadi andalan jamuannya adalah wedang gedhang, yaitu minuman hangat berbahan pisang.

Bila berniat sedikit lagi menguras keringat, Dusun Kepuharjo adalah destinasi berikutnya yang harus Anda tuju. Di sana ada program penghijauan Gunung Merapi. Anda juga dapat kembali menyaksikan Sungai Opak Purba, alur Sungai Opak di zaman purbakala kembali terbongkar oleh derasnya lahar dingin.

 

GambarGambarGambar

nb: sumber gambar google.com