Bintang.

 

Foto(540)a

Kamu bintang, yang menyala terang. Berkedip genit. Memikatku.

Kamu lah bintang, yang membuatku tenang.
Selamat siang! 😉

Advertisements

Bimbang.

Bimbang.

Pagi-pagi handphone sudah muter lagu beginian aja ih… Hahaha. Happy monday!

nb: itu nama benernya Melly Goeslaw -,-

Mucocel.

Ada yang mengganjal di pipi kanan bagian dalam. Terasa ada benjolan kecil seperti jerawat, tapi di dinding pipi. Seperti sariawan, tapi tak sakit.

Ganjalan ini terasa saat aku dalam perjalanan ke kantor. Sesampai di kantor, aku melakukan ritual suci seperti biasa—cuci muka—dan saat itu juga aku periksa bagian dalam mulutku di cermin.

Ah! bentuknya benjolan kecil seukuran kacang hijau—ya, kayak jerawat—berwarna putih agak bening. Tidak sakit.

Usai cuci muka, aku masuk ruangan, duduk di meja kerjaku dan mulai browsing. Kata google sih.. benjolan dalam mulut disebut mucocel (mukosel). Tidak berbahaya. Bisa di atasi dengan kumur pake garam, dengan takaran: 1 sdm garam + 1 cangkir. Sehari kumur hingga 6 kali.

Semoga lekas hilang. Ini ganjalan yang janggal! ga enak! hah! *sembur naga*

Merah.

Merah.

Pagi yang cerah, dan senyum di bibir merah…

Pagiku kali ini diisi berita Riri Woo, produk lipstik milik Rihanna, yang tengah dilanda kasus. Hmm…

Jadi pengen mengecup pipi seseorang pake lipstik merah XD

Mengunggah Dusta.

Mungkin bukan dusta. Tapi, yang ada di nurani tak sanggup melakukannya. Mungkin, ini lebih tepat bila disebut sebagai “Mengemban Paksa”. Ah, kali ini aku bisa apa. Tidak ada kecuali diam saja. Payah.

Offline Blog #OB

Akan ada postingan baru yang diambil dari catatan di buku kecil yang saya beri nama “Mari Bermain dan Belajar – Seri Offline Blog”. Isinya lebih banyak tertulis begitu saja, tanpa judul. Untuk itu, setiap postingan yang saya ambil dari buku catatan, akan saya awali dengan formula: tanda pagar + OB (inisial OfflineBlog) + nomor urut postingan.

Harapannya sederhana, mengarsip masa lalu.

Terlanjur Sayang

Segala cintaku yang kau jala
Membawa diriku pun percaya
Memberikan hatiku hanya kepada dirimu
Selamanya sampai kapan juga
Menjaga segala rasamu agar dirimu selalu
Merasa akan cinta kita

Apakah diriku yang bersalah
Hingga pisah di depan mata
Tetapi diriku masih tetap cinta kamu kasih
Selamanya sampai kapan jua
Menjagakan cinta kita agar tetap di tempatnya
Sehingga takkan sampai punah

Seribu ragu yang kian menyerang
Tapi diriku terlanjur sayang
Walau arah mata angin melawan
Tapi ku bertahan dan ku berjalan

Santun berkata kau pun menanyakan
Mengapa cinta dipertahankan
Tetapi haruskah dipertanyakan
Bila ku terlanjur ku terlanjur sayang