Mencipta Bahagia.

Setelah istri saya, Margaret, dan saya menikah selama empat atau lima tahun, kami datang ke sebuah konferensi untuk para pastor, di mana saya telah diminta untuk menjadi salah satu pembicara.

Margaret bersedia menghadiri sesi para pasangan. Tidak seperti saya, bicara bukanlah hal yang sangat ia senangi. Ia bisa berbicara dengan baik namun tidak benar-benar menyukainya. Saya ingin mendukungnya, jadi saya menghadiri sesinya.

Selama waktu tanya jawab, seorang wanita berdiri dan bertanya, “Apakah John membuatmu bahagia?”

“Apakah John membuat saya bahagia?” Margaret berpikir, “tidak, ia tidak membuat saya bahagia.” Saya segera mencari-cari di mana kah pintu keluar terdekat.

“Dua atau tiga tahun pertama kami menikah,” ia melanjutkan, “saya berpikir bahwa John bertanggung jawab untuk membahagiakan saya. Namun, ia tidak melakukannya. Ia tidak jahat pada saya atau apa pun. Ia adalah seorang suami yang baik. Namun, tidak ada orang lain yang bisa membahagiakan seseorang. Itu adalah tanggung jawab saya sendiri.”

Sebagai seorang muda yang baru saja menikah di awal usia dua puluh tahunan, Margaret menemukan sesuatu yang tidak akan pernah dipelajari oleh orang lain. Setiap orang harus bertanggung jawab atas sikapnya sendiri. Jika Anda ingin agar hari ini menjadi hari yang baik, Anda harus bertanggung jawab atas cara Anda memperlakukan sepanjang hari Anda.

— John C Maxwell, Make Today Count (2012)

Bisa jadi, inilah jawaban dari setiap teriakan galau yang saat ini sedang marak. Bahagia adalah tanggung jawab Anda sendiri. Ciptakan kebahagiaanmu sendiri, lalu bagikan kepada orang lain. Pengaruhi mereka untuk merasakan bahagia pula. Dengan begitu, kebahagiaan yang kau ciptakan, yang kau pertanggungjawabkan, akan mengalir termasuk kembali ke dalam dirimu lagi.