Pesyen-show!

Pekerjaan itu sekumpulan aktivitas. Sementara, passion itu terletak pada segala aktivitas yang membuat ngana teriak “Ah, ini mah guweeh banget!” Sisanya, yang membuat Anda refleks, “Kalau bisa bayar orang, gue bayar aja laaaah”.

Banyak perusahaan yang merahasiakan rahasia “Betapa efektifnya bekerja dengan passion” dari karyawannya. Padahal, jika passion+karyawan ini bertemu di tempat yang tepat, perusahaan yang menaungi seseorang beruntung ini akan lebih melejit.
Lalu, kapan seseorang menemukan passion mereka? Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama dua tahun, pada dua karyawan dengan tingkat pendidikan yang sama, gaji sama, bos sama, passion adalah:

1. Hal yang membuatmu merasa berdaya

2. Hal yang membuatmu merasa dimampukan di bidang yang kamu kerjakan, merasa ditabahkan, dikuatkan, hmm…dikerenkan! Kamu rela melakukannya terus-menerus tanpa diminta, hingga level piawai. Poin ini yang membedakan antara hobi dan passion. Fotografi hanya sekadar hobi jika kamu cuma jeprat-jepret suka, cetak, sudah. Fotografi adalah passion-mu, kalau kamu melakukannya berjam-jam, rela ke sana-ke sini untuk hunting foto terbaik, rela belajar lebih banyak untuk bisa masuk level fotogragi yang piawai.

3. Kesusahan yang didambakan (desirable difficulties), passion akan membuatmu sudi melalui satu proses agar bisa menjadi lebih keren dari prosesmu hari ini.

Thanks, @renecc !

*tos!

Love,

Bjonnicus-01

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s