Ditinggal Rabi.

Sekilas dua kata ini terasa lucu.

 

Sayangnya, semakin berumur, dua kata ini seperti membawa bisa berbahaya. Seolah menghantui, bahwa satu hari, aku akan ikut mengalami. Bagaimana tidak, ditinggal saja sudah seperti virus mematikan, apalagi ditambah pasangan rabinikah’. Aaaak. Semoga saja tidak.

 

Serius, ini bukan tentang aku, ah, mungkin aku pernah mengalami, tapi saat itu aku benar-benar tak peduli. Aku sudah terlalu bahagia dengan hidupku saat itu. Dua kata berbisa ini sedang menghujani hari-hari sahabatku.

 

Ah, Tuhan, skenariomu tak pernah salah. Doaku, sertai hati sahabatku. Bukan kah tak ada yang lebih ampuh dari kehendak-Mu. Aku percaya, setiap cerita–sekali pun itu memilukan–akan membawa makhlukmu naik satu level lebih hebat dalam menjalani kehidupan #tsah.

 

Semoga bahagia meliputi kita semua. Amiin.

 

Cheers,

@bjonnicus

 

Alta Moda Bridal

Semoga bahagia senantiasa meliputi kita semua. Amiin. (Found on: Alta Moda Bridal)

Advertisements

One thought on “Ditinggal Rabi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s