Takdir.

image

Aku setuju bahwa tidak ada yang namanya kebetulan. Berdasarkan sifat dinamis semesta, segala sesuatu terjadi karena suatu alasan.

Jadi, pastilah bukan suatu kebetulan jika aku, kamu, dan mereka bertemu dan berbagi peran.

Mungkin itu adalah serendipity–sesuatu yang ditakdirkan terjadi; yang sudah seharusnya. Konon, jika mendalami konsep ini, kita akan temukan kata bashert, dari bahasa Yiddish (bahasa bangsa Yahudi), yang kira-kira diterjemahkan sebagai “kejadian bahagia dan penuh sukacita yang dimaksudkan untuk kebaikan.”

Aku percaya, pertemuan dan potongan kisah yang terjadi di antara kita mengarah ke satu hal: kebaikan. Sekalipun sempat terasa pahit, setidaknya, ia memandu kita untuk lebih bijak dan dewasa.

Cheers,
Bjonnicus

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s