Dalane Uripku.

“Setiap kali pulang, Bapak selalu bertanya, “Kowe sopo Le? Bapak saya menua dan pikun hingga tak lagi mengenali saya. Saat itulah saya tersadar, sebelum pikun, saya harus menulis. Di mana pun, saya selalu sempatkan.

Bagaimana pun saya setuju dengan Pram, menulis adalah bekerja untuk keabadian. Satu lagi, Tuhan menciptakan saya sebagai orang Jawa pasti ada maksudnya. Ini saya artikan bahwa saya harus mengambil bagian dalam melestarikan bahasa istimewa ini,”-Suprawoto, penulis otobiografi berbahasa Jawa Dalane Uripku.

 

Tak lama, namanya juga melipir tipis-tipis. Namun, pesannya luar biasa, ya: menulis, bekerja untuk keabadian. Menolak pikun!

Surabaya, 12 Februari 2016

#KagamaJatim #KagamaLagi #KagamaLucuk #NovelBahasaJawa – at Mercure Grand Mirama

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s