Persepsi.

image

Tidak ada hal yang baik dan buruk kecuali pikiran manusia yang menciptakannya demikian.

Lihat senyum itu, akan tampak baik dan menyenangkan jika kita melihat sisi yang baik, misal, menyenangkan sekali melihat kesegaran semangka membuat bocah itu begitu bahagia? Atau, sebaliknya, senyum ceria itu menjadi menyebalkan, jika kita memandang dari sisi yang buruk, misal, kok bisa ya dia tersenyum seperti itu, lihat, air semangka berceceran meleleh dari mulut ke lehernya. Jorok! Ah, menjijikkan. Aku bisa menjerit meminta tissue jika keadaanku seperti itu.

Ah, begitulah. Barangkali hidup tak sesederhana menilai anak kecil yang sedang bungah memakan semangka, tapi juga tak akan serumit film thriller, jika kita mau mengubah sudut pandang kita.

Demikian racauan malam, sembari menyesap kolak pisang.
Cheers,
Bjonnicus

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s