Piknik Gomik w/ Boni

#bjonnicuspic

Entah alasan menye, entah alasan efisien, naik bus kali ini kami minta diantar mamak awak. Kayak cabe, bertiga gitu.

Hal epik pun terjadi, tiga cabe eh tiga jagoan ini salto ke aspal, gegara ban bocor. Mamak sempat histeris heboh, aku sama boni mah pasrah ๐Ÿ˜‚ Alhamdulillah kami ditolong warga sekitar dan aman semua. Cuma luka dikit. Dikit aja. Subhanallah masih bisa lari-ngesot sendiri ke bengkel. Hihi.

Setelah urusan bengkel kelar, meski meninggalkan utang–kurang (ng)go(m)ban–mamak kembali melanjutken perjalanan. Kali ini cukup diantar sampai minimarket merah-biru-kuning aja lah, untuk beli obat sama plester, sekalian tarik tunai bayar utang dadakan tadi, hihi. Sisanyaa aku sama boni ngesot sepayung berdua menembus hujan, biar lebih deramak. Udah jauh-jauh nyebrang, ealah, perlu mampir lagi ke minimarket merah-biru-kuning terdekat, kami lupa beli shampoo. Apeu deh~

Akhirnya, sampailah kami di tempat tujuan: halte bus arteri yang berwujud tenda polisi *eh, kebalik ya*. Tak lama, bus datang. Ya langsung naik lah ya, and yesss…masih banyak kursi kosong. Bisa duduk doooong. Sementara itu, dengkul yang luka–kayak hatiku, halah–sempet banget nyenggol kursi depan, semacam beri pertanda: iling nduk, ini wes di dalam bus yo, ojo ngantuk! Biar ngana gak kebablasan lagii kayak yang udah-udah… ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

(Bersambung….)

*mayan buat cerita lucu anak-cucu di masa depan*

#PiknikGomik #MomenEpik #FixGomik – with Boni

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s