Upaya Memulihkan.

Barangkali memang sudah waktunya melepaskan yang “sudah biasa”–sudah biasa dianggap begini-lalu-begitu, seperti-ini-seperti-itu. Kurangku di sebelah-sini-dan-situ.

Biasa, hingga aku pun terbiasa.

Barangkali waktuku tiba, untuk belajar lebih terarah. Bisa jadi, kamu atau mereka sudah melesat, entah sampai di mana. Berbanggalah. Sementara, aku masih level mengeja, perlahan mencerna, memahami isi kepalaku–mengurai isinya, menata prioritasnya–terlebih dulu,baru aku akan pedulikanmu (dan juga mereka).

Merasa perlu ingin membantuku? Buang keluhanmu. Tambah rasa syukurmu. Ucapkan di dekatku.

Habiskan makananmu hingga tak tersisa. Bukan kah nabi pun melakukan demikian? Jika saja kamu tahu, aku belajar ini pun dari yang mereka sebut kafir–tapi tidak demikian kataku.

Tak kalah penting, perbaiki sikapmu pada orang-orang sekitarmu. Biarkan aku melihat, bahkan meniru perilakumu.

Terasa sulit? Kurang lebih itulah yang aku rasakan. Kalau kamu bersedia, ayo kita belajar bersama. Mari sibukkan diri dengan belajar menjadi lebih baik.

Cheers,

@bjonnicus

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s