Pulang.

Dear ErwinZubiyan,

Berawal dari senandung Kanina di Jazz Mben Senen pada suatu malam, dan sekali waktu kamu bawakan lagu itu dalam formasi lengkap di Jazz On The Beach Indrayanti, aku sudah jatuh cinta pada kebriliananmu mengemas sendu.

Mulai dari situ, setiap usai garap lagu baru, kamu kirim dan tanyakan pendapatku. Aku selalu suka. Aku selalu menunggu, termasuk referensi musik darimu yang bagiku selalu, istimewa. Aku juga selalu bangga menyebutmu idolaku.

Ini mimpi kan?
Kenapa harus sekarang?
Kenapa secepat ini?
Kenapa kamu?
Kok bisa?
Kok bisa?
Kok bisa?
Pertanyaan bodoh itu masih bertalu-talu di kepalaku
Wajahmu masih membayang setiap mataku terpejam
Sama sekali tak menyangka, sedalam ini kamu masuk ke dalam kisahku..

Bangga dan sangat bersyukur sempat mengenalmu, Mas. Kamu kakak yang penuh kasih dengan sikap paling jujur (baca: ramah-ramah-atos!)–tanpa takut dimusuhi orang; sosok religius, yang merasa tak perlu memperlihatkannya pada orang lain; preman gampang pagob super rewo; master jazz paling pantura yang berhati malaikat.

Vin Diesel KW! Terakhir ketemu, kamu masih menanyakan dan mendoakan hal yang sama, hingga tangisku nyaris pecah karenanya. Beberapa kali, kamu mengajakku bertemu lagi, dan dengan polos, aku bilang belum sanggup, takut baper lagi. Ah, tolol sekali lah pikiranku saat itu. Maafkan aku, Mas. Seandainya bisa, aku mau Mas menemuimu, tak perlu pikir dua kali. Sayangnya, sudah habis waktumu.

Kini, aku kehilangan.

Antonius Erwin Subiantoro
5.7.1985 – 5.11.2015
You’re in the arms of the angels
God Jazz you! Up there…  #ErwinZubiyan #RIP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s