Di Sini.

Di sinilah aku. Di titik ini, aku tak lagi bisa nikmat membaca padahal aku dikelilingi buku. Di titik ini, aku tak lagi khidmat menuangkan banyak hal yang seharusnya aku tulis. Di titik ini, aku bisa duduk diam, tapi otakku setiap hari berteriak. Bukan, bukan karena musik pop ala Korea yang tak ku suka. Bukan karena itu.

Aku hanya tak suka dengan atmosfir kota ini. Aku ingin kembali. Aku ingin pulang, ke tanah Sultan yang perlahan menjelma menjadi rumahku yang nyaman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s